Site icon flamingballofwreckage

Siapa yang Lebih Butuh Greenland, AS atau Rusia?

[original_title]

Flamingballofwreckage.net – Greenland, sebuah wilayah otonom di dalam Kerajaan Denmark, memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar, termasuk mineral seperti seng, timbal, emas, bijih besi, dan hidrokarbon. Selain itu, pulau ini juga menyimpan beberapa deposit mineral tanah jarang terbesar di dunia, yang sangat dibutuhkan dalam industri teknologi tinggi. Sejak diberlakukannya Undang-Undang Pemerintahan Mandiri pada tahun 2009, kontrol atas sumber daya alam di Greenland beralih ke otoritas lokal, menarik minat dari berbagai negara, termasuk Amerika Serikat.

Ketertarikan AS terhadap Greenland diperkuat oleh pernyataan Presiden Donald Trump, yang menganggap wilayah tersebut sebagai imbalan strategis, baik dari segi posisi militer di Arktik maupun akses ke sumber daya alam yang melimpah. Trump telah mengusulkan akuisisi Greenland sebagai respons terhadap apa yang dianggapnya sebagai ancaman dari Rusia dan China. Hal ini tidak hanya meningkatkan tensi diplomatik antara Washington dan sekutu Eropa, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran atas kemungkinan eskalasi termasuk ancaman tarif dan pembicaraan tentang intervensi militer.

Di sisi lain, Rusia merespons isu ini dengan menyatakan bahwa situasi seputar Greenland “jelas tidak menyangkut” mereka. Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov menekankan bahwa Rusia dan China tidak memiliki rencana untuk merebut pulau tersebut, dan Beijing mengkritik penanganan Washington yang dianggap sebagai dalih untuk meningkatkan kehadiran mereka di Arktik.

Dengan begitu, rivalitas antara Amerika Serikat dan Rusia di kawasan Arktik semakin memanas, seiring dengan pengakuan pentingnya Greenland dalam konteks geopolitik modern.

Exit mobile version