Flamingballofwreckage.net – Bulan Ramadan adalah waktu istimewa bagi umat Muslim, terutama dalam kegiatan tadarus Al-Qur’an. Pada bulan suci ini, banyak sahabat Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam yang memanfaatkan waktu mereka untuk membaca dan mengkhatamkan kitab suci tersebut, bahkan ada yang mampu menyelesaikannya dalam satu rakaat salat.
Tadarus Al-Qur’an, yang berarti membaca sekaligus mempelajari makna dan tafsirnya, telah menjadi tradisi yang kuat sejak masa Nabi. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu ‘Abbas, dijelaskan bahwa Malaikat Jibril berkunjung kepada Nabi setiap malam selama bulan Ramadan untuk melakukan tadarus bersama. Ini menunjukkan betapa pentingnya momen ini, di mana waktu malam dianggap lebih kondusif untuk ibadah dan refleksi spiritual.
Para sahabat dan generasi setelahnya juga dikenal sangat giat dalam membaca Al-Qur’an. Imam An Nawawi mencatat bahwa banyak di antara mereka yang khatam Al-Qur’an sehari lebih dari sekali. Misalnya, beberapa sahabat seperti Utsman bin ‘Affan dan At Tamim Ad-Dari dilaporkan dapat menyelesaikan Al-Qur’an dalam satu rakaat. Kegiatan ini tidak hanya menekankan keutamaan membaca Al-Qur’an, tetapi juga meningkatkan kedekatan spiritual kepada Allah.
Sebagian ulama juga menyebutkan bahwa mengkhatamkan Al-Qur’an di bulan Ramadan membawa pahala besar, dan banyak pastinya semangat berlomba-lomba untuk mencapai hal ini. Ada yang mengkhatam dalam waktu seminggu, sementara yang lain memilih untuk menyelesaikannya dalam selang waktu yang lebih pendek. Dengan tradisi yang kaya ini, Ramadan bukan hanya sekadar bulan puasa, melainkan juga waktu untuk memperdalam pengetahuan dan keimanan melalui tadarus Al-Qur’an.