Flamingballofwreckage.net – Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia tengah mempersiapkan pelatihan bagi calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Tahun 1447 H/2026 M dengan pendekatan pendidikan dan latihan semi-militer. Pelatihan ini, yang dirancang gaya “masuk barak,” bertujuan untuk membentuk karakter, disiplin, serta kemampuan fisik dan mental para petugas demi meningkatkan pelayanan kepada jemaah.
Pemaparan mengenai pelatihan ini disampaikan pada agenda presentasi di hadapan Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, dan Wakil Menteri, Dahnil Anzar Simanjuntak, pada Selasa (30/12). Tim Kelompok Kerja (Pokja) Diklat PPIH menyatakan bahwa pelatihan akan melibatkan berbagai instansi, termasuk TNI, Polri, dan tenaga kesehatan. Ini dilakukan untuk memastikan petugas haji memiliki daya tahan dan profesionalisme yang tinggi saat bertugas.
Letkol Arm Tulus Widodo, anggota Tim Pokja, menjelaskan bahwa fokus pelatihan adalah pada pembinaan jasmani, mengingat kesehatan adalah faktor kunci dalam menjalankan tugas. Pelatihan akan mencakup aktivitas seperti jalan sehat, senam kebugaran, dan latihan baris-berbaris, yang semuanya dirancang untuk membentuk karakter dan disiplin.
Direktur Bina Petugas Haji Reguler, Chandra Sulistio Reksoprodjo, menegaskan pentingnya kesiapan fisik dan pengetahuan dalam pelatihan ini. Selain melatih kekuatan fisik, pelatihan juga akan mengedukasi petugas tentang kesiapsiagaan dan mitigasi risiko yang mungkin terjadi di lapangan.
Dengan pendekatan pelatihan semi-militer ini, Kementerian Haji dan Umrah RI bertujuan untuk mencetak petugas haji yang disiplin dan siap memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah, menjadikan pelaksanaan ibadah haji ke depan lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya.
![Petugas Haji 2026 Ikuti Pelatihan Semi-Militer untuk Optimalisasi Layanan | flamingballofwreckage [original_title]](https://flamingballofwreckage.net/wp-content/uploads/2025/12/1767115853_e9b2c235924c9153ce5c.jpeg)