Pertamina Hemat US$9,6 Juta dari Sewa Terminal BBM OTM

[original_title]

Flamingballofwreckage.net – PT Pertamina (Persero) diinformasikan dapat menghemat biaya sebesar US$ 9,6 juta melalui penyewaan terminal bahan bakar minyak (BBM) milik PT Orbit Terminal Merak (PT OTM) untuk periode 2014 hingga 2025. Hal ini disampaikan oleh ahli akuntansi forensi, Mohammad Mahsun, dalam persidangan terkait dugaan korupsi yang melibatkan beberapa terdakwa, termasuk Muhammad Kerry Adrianto Riza, di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Selasa (3/2).

Dalam sidang, Mahsun menyatakan bahwa sebelum adanya terminal OTM, Pertamina terpaksa membeli BBM dari Singapura dengan harga lebih tinggi, sekitar US$ 2 per barel, yang berdampak pada total biaya pengangkutan. Ia menambahkan bahwa tanpa kehadiran terminal OTM, total biaya pengangkutan mencapai US$ 24,5 miliar. Namun, dengan menggunakan terminal itu, total biaya dapat ditekan menjadi US$ 23,9 miliar, sehingga menghasilkan penghematan yang signifikan.

Lebih lanjut, Mahsun menekankan pentingnya melihat biaya operasional dan kewajiban perpajakan yang dikeluarkan Pertamina saat menghitung kerugian negara yang dituduhkan oleh jaksa sebesar Rp 2,9 triliun. Ia menjelaskan bahwa nilai tersebut harus mempertimbangkan biaya operasional yang mencapai Rp 1,7 triliun serta kewajiban perpajakan senilai Rp 118 miliar.

Mahsun menegaskan bahwa perhitungan kerugian negara harus dilakukan secara cermat dan tidak hanya berdasarkan keuntungan yang diperoleh perusahaan. Ia menambahkan bahwa evaluasi tersebut penting untuk memahami dampak ekonomi secara menyeluruh bagi Pertamina dan negara. Penjelasan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik terkait pengelolaan keuangan dalam kasus yang sedang berjalan.

Baca Juga  Pelatihan Agroforestri Kemenhut-Kemnaker Tingkatkan SDM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *