Flamingballofwreckage.net – Kesiapan transportasi laut menjadi perhatian utama menjelang angkutan Lebaran 2026 di Maluku Utara. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan pentingnya penguatan armada dan operasional pelabuhan untuk menjaga keselamatan serta konektivitas antarpulau selama periode tersebut.
Dudy mengungkapkan bahwa karakteristik wilayah kepulauan Maluku Utara sangat bergantung pada transportasi laut. Oleh karena itu, kesiapan armada kapal dan pengawasan pelayaran menjadi krusial. Dalam rangka memastikan hal ini, Dudy telah mengadakan rapat koordinasi dengan Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, untuk membahas langkah-langkah yang dibutuhkan.
Kementerian Perhubungan pun telah menyiapkan berbagai program untuk mendukung angkutan laut, termasuk mudik gratis dengan alokasi kuota sebanyak 7.150 penumpang, sekitar 10,82 persen dari total kuota nasional. Penumpang akan dilayani melalui 18 ruas pelayaran yang menghubungkan berbagai titik penting, seperti Ternate, Sofifi, Jailolo, Ambon, dan Manado.
Dukungan transportasi nasional juga disiapkan, mencakup pelayanan 15 lintasan dengan 14 kapal, baik dari Pelni maupun swasta, yang memiliki kapasitas antara 325 hingga 2.000 penumpang. Selain itu, ada 29 lintasan penyeberangan dengan 13 kapal yang dapat mengangkut 50 hingga 400 penumpang.
Menhub juga menekankan perlunya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, aparat keamanan, operator transportasi, serta masyarakat untuk memastikan kelancaran sistem transportasi. Ia menambahkan bahwa keberhasilan penyelenggaraan angkutan Lebaran bergantung pada sinergi semua pihak yang terlibat.