Flamingballofwreckage.net – Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa jenis minyak goreng dan lemak yang dikonsumsi berpotensi memengaruhi pertumbuhan sel kanker, terutama pada penderita kanker prostat. Dalam menghadapi kondisi medis ini, sering kali dokter merekomendasikan metode “pemantauan aktif” untuk menangani tumor yang berkembang lambat, seraya mempertanyakan apakah perubahan diet dapat membantu.
Tim peneliti di UCLA, yang dipimpin oleh Dr. William Aronson, melakukan studi terhadap 100 pria dengan kanker prostat tahap awal. Separuh peserta mengikuti pola makan biasa, sementara setengahnya mengadopsi diet yang mengurangi asupan Omega-6—yang dikenal tinggi dalam minyak nabati—serta meningkatkan Omega-3, yang banyak terdapat dalam ikan salmon dan sarden.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok yang mengubah pola makan mengalami penurunan kadar protein Ki-67, penanda yang menunjukkan laju pembelahan sel kanker. Sebaliknya, kadar Ki-67 meningkat pada kelompok yang tidak mengubah pola makannya. Menurut Aronson, hasil ini menunjukkan bahwa penyesuaian pola makan dapat menyebabkan sel kanker membelah lebih lambat, yang berpotensi memperlambat perkembangan penyakit serta mengurangi kebutuhan akan terapi agresif lebih lanjut.
Meskipun hasil ini menjanjikan, Aronson berpendapat bahwa temuan ini tidak dapat menggantikan perawatan medis konvensional, melainkan sebagai tambahan yang berpotensi membantu. Disarankan bagi mereka yang dalam masa pemantauan untuk mengurangi konsumsi makanan goreng dan camilan olahan, serta meningkatkan asupan ikan berlemak dan biji-bijian sehat. Sebelum memulai suplemen, konsultasi dengan tenaga medis sangat dianjurkan. Penelitian lengkap ini telah dipublikasikan dalam Journal of Clinical Oncology.