Mengapa Puasa Ramadan Ditetapkan? Simak Sejarahnya Sejak Dulu

[original_title]

Flamingballofwreckage.net – Proses pensyariatan puasa Ramadan memiliki perkembangan yang menarik dan berlapis, sebagaimana dijelaskan oleh Imam Ibnu Katsir. Dalam konteks ini, puasa Ramadan diwajibkan melalui tiga tahap pensyariatan yang serupa dengan salat. Momen ini berkaitan dengan perintah yang diturunkan Allah melalui Al-Qur’an.

Pada awalnya, Rasulullah Muhammad SAW dan sahabat-sahabatnya melaksanakan puasa Asyuro’ dan puasa tiga hari setiap bulan setelah tiba di Madinah. Namun, perubahan signifikan terjadi ketika Allah menurunkan perintah puasa Ramadan, melalui ayat yang mengharuskan umat Muslim berpuasa sebagai bentuk takwa. Ini tercantum dalam Surah Al-Baqarah ayat 183, yang menyebutkan bahwa puasa diwajibkan bagi orang-orang beriman, seperti yang telah diwajibkan sebelumnya kepada umat-umat lain.

Imam At-Thobari dalam karyanya, Jami’ Al-Bayan, mengemukakan bahwa doktrin ini mengizinkan umat untuk berbuka dengan memberi makan orang miskin jika mereka mengalami kesulitan. Namun, pada tahap selanjutnya, puasa di bulan Ramadan menjadi wajib bagi seluruh umat Muslim yang sehat dan tidak dalam perjalanan. Sebuah ayat menekankan, barangsiapa yang hadir di daerahnya pada bulan itu, maka ia harus menjalani puasa.

Ketentuan puasa ini berkembang setelah banyaknya penyesuaian dan peraturan yang diturunkan. Pada mulanya, ada fleksibilitas bagi yang ingin berbuka, tetapi seiring dengan penegasan Allah, ketentuan tersebut menjadi lebih tegas. Dengan demikian, puasa Ramadan kini menjadi salah satu pilar penting dalam praktik keagamaan umat Islam, mengedepankan nilai-nilai spiritual dan sosial dalam pelaksanaannya.

Baca Juga  Liverpool Raih Kemenangan Atas Atletico Madrid Berkat Gol Virgil van Dijk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *