Membangun Ekosistem Zakat Produktif di Pesantren

[original_title]

Flamingballofwreckage.net – Dalam upaya membangun ekosistem zakat yang produktif, kisah Khalifah Umar bin Abdul Aziz menjadi inspirasi penting. Muhammad Irfanudin Kurniawan, seorang dosen Manajemen Pendidikan Islam di Universitas Darunnajah Jakarta, menceritakan pengalamannya berbincang dengan seorang kiai muda dari Jawa Barat, yang mengungkapkan kesulitan dalam mendapatkan dana untuk memperbaiki pesantren yang terus berkembang.

Kiai tersebut mengeluhkan minimnya donatur, meski jumlah santri meningkat. Irfanudin menanggapi dengan menceritakan era Umar bin Abdul Aziz, yang dikenal karena kesalehannya dan berhasil menciptakan ekosistem zakat yang efektif. Di zaman itu, petugas zakat kesulitan mencari orang miskin untuk diberi zakat, karena masyarakat hidup dalam kesejahteraan. Umar membersihkan pemerintahan dari praktik korupsi dan membangun sistem distribusi zakat yang tepat sasaran, yang memungkinkan semua rakyat terpenuhi kebutuhannya.

Umar memerintahkan pencarian orang-orang yang terlilit utang dan membantu mereka, bahkan memberikan bantuan untuk mendorong pemuda lajang menikah. Kebijakan ini menghasilkan efek positif, di mana mereka yang sebelumnya menerima zakat kini berperan sebagai pemberi. Sistem zakat yang adil dan merata ini tidak hanya memperkuat solidaritas sosial, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berzakat.

Dalam konteks pesantren, Irfanudin menggarisbawahi pentingnya zakat produktif. Ia menyamakan zakat dengan sistem pencernaan yang mengubah dana umat menjadi modal usaha dan pendampingan berkelanjutan. Ini diharapkan dapat membantu pesantren dalam pengelolaan sumber daya secara lebih efektif, menciptakan dampak positif bagi masyarakat dan menciptakan siklus keberkahan.

Baca Juga  Bertahan 30 Jam di Jurang untuk Evakuasi Korban Pesawat ATR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *