Lobster Keramba: Hasil Melimpah dari Pengelolaan Modern

[original_title]

Flamingballofwreckage.net – Lobster telah menjadi simbol kompleksitas ekonomi pesisir di Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya di sepanjang pesisir selatan Lombok dan teluk-tenuk Sumbawa. Dengan sumber daya melimpah namun belum sepenuhnya mendukung kesejahteraan lokal, lobster di NTB mencerminkan tantangan dalam pengelolaan sumber daya pesisir.

NTB, yang dikenal sebagai salah satu pusat produksi benih lobster di Indonesia, memiliki perairan yang kaya nutrisi dan kondisi hangat yang ideal untuk berbagai jenis lobster. Meskipun demikian, produksi lobster di daerah ini belum stabil. Data menunjukkan bahwa di Kabupaten Dompu, produksi lobster selama tahun 2025 tercatat hanya sekitar 1,53 ton, angka yang masih jauh di bawah potensi ekologisnya.

Beberapa faktor berkontribusi terhadap rendahnya produksi ini, antara lain keterbatasan lokasi budidaya, sulitnya mendapatkan bibit, dan tekanan dari alih fungsi lahan pesisir yang merusak kualitas perairan. Budidaya lobster di NTB berkembang, tetapi masih rentan dan kurang terintegrasi dengan upaya perlindungan ekosistem.

Ironisnya, meskipun NTB menjadi pemasok benih lobster, negara lain seperti Vietnam justru mengambil keuntungan lebih besar dari sumber daya ini. Banyak benih lobster yang dihasilkan di Lombok diekspor ke luar negeri, menyoroti ketidakadilan dalam rantai nilai yang ada.

Saat ini, lobster seharusnya menjadi simbol kemajuan, namun pada kenyataannya, sumber daya ini belum sepenuhnya memberi manfaat kepada masyarakat lokal. Tantangan dalam pengelolaan dan kebijakan yang fluktuatif masih menjadi penghalang untuk mencapai kesejahteraan berkelanjutan.

Baca Juga  Prabowo Gelar Ratas di Hambalang, Bahas Kampung Haji dan Sumatera

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *