Konflik AS-Iran Memicu Tantangan Serius bagi BUMN Energi

[original_title]

Flamingballofwreckage.net – Eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kini menimbulkan tantangan signifikan bagi ketahanan energi nasional, terutama bagi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di sektor minyak dan gas. Hal ini diungkapkan oleh Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PKB, Rivqy Abdul Halim, di Jakarta, pada Sabtu (28/3/2026).

Rivqy menyoroti ketergantungan Indonesia yang masih mengimpor sekitar 20 persen kebutuhan minyak dari kawasan Timur Tengah. Menurutnya, kondisi ini menimbulkan potensi risiko terhadap stabilitas pasokan energi Indonesia apabila konflik antara AS dan Iran berlanjut. “Situasi geopolitik global dapat berdampak langsung pada energi nasional kita. Ini adalah tantangan serius,” jelasnya.

Lebih lanjut, Rivqy mengungkapkan bahwa saat ini adalah waktu yang kritis bagi BUMN energi untuk membuktikan kemampuannya dalam menghadapi krisis. Dia menekankan pentingnya mitigasi risiko yang terencana dengan baik agar dampak dari konflik ini tidak merugikan masyarakat Indonesia. “Stabilitas pasokan dan harga energi harus tetap terjaga. Kita tidak boleh membiarkan situasi ini mengganggu kesejahteraan rakyat,” tegasnya.

Rivqy juga menambahkan bahwa peningkatan koordinasi antara pemerintah dan BUMN diperlukan untuk memastikan keamanan dan kelancaran operasional, sekaligus meminimalkan dampak negatif dari situasi geopolitik yang tidak menentu. Dengan langkah preventif yang matang, diharapkan Indonesia mampu mempertahankan ketahanan energi di tengah tantangan global yang kian kompleks.

Baca Juga  Menaker Soroti Pentingnya Pemerataan Magang Nasional 2025

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *