Flamingballofwreckage.net – Meningkatnya minat masyarakat Indonesia terhadap layanan bedah estetika dan perawatan kecantikan menjadi fenomena menarik dalam beberapa tahun terakhir. Masyarakat kini lebih memperhatikan kesehatan kulit, kualitas hidup, dan rasa percaya diri. Namun, masih terdapat kecenderungan yang mencolok, yaitu banyak pasien memilih perawatan estetika di luar negeri ketimbang di dalam negeri.
Merespons hal ini, Siloam Hospitals TB Simatupang (SHTB) telah meluncurkan program knowledge and system transfer melalui pendekatan proctorship dengan melibatkan Prof. Dr. Sang-Tae Kim, seorang ahli bedah plastik ternama asal Korea Selatan. Inisiatif ini bertujuan untuk mengadaptasi prinsip-prinsip terbaik dari industri kecantikan global ke dalam layanan di Indonesia, dan berkontribusi pada peningkatan standar pelayanan nasional.
Dewi Wiguna, Direktur Rumah Sakit SHTB, mengungkapkan bahwa meningkatnya ketertarikan masyarakat untuk berobat ke luar negeri mendorong kebutuhan akan layanan berstandar internasional di dalam negeri. SHTB berkomitmen untuk menawarkan layanan bedah plastik yang setara dengan yang ada di luar negeri, agar masyarakat tidak lagi perlu pergi ke luar untuk mendapatkan perawatan berkualitas.
Program ini tidak hanya fokus pada teknik medis, tetapi juga membangun sistem terintegrasi yang akan meningkatkan kepercayaan masyarakat pada layanan lokal. Prof. Kim menjelaskan bahwa sistem one-stop service yang telah sukses di Korea Selatan menciptakan kenyamanan bagi pasien, dengan semua kebutuhan estetika tersedia di satu lokasi.
Pendekatan ini juga menekankan pentingnya keselamatan pasien. Prosedur estetika dilaksanakan di rumah sakit dengan tim multidisiplin, menjamin penanganan darurat jika diperlukan. SHTB berupaya mengubah perspektif dunia terhadap medical tourism, menjadikan Indonesia sebagai tujuan utama layanan estetika di kawasan ini.