Jannik Sinner Terpuruk di Australia Terbuka, Menghadapi Djokovic

[original_title]

Flamingballofwreckage.net – Jannik Sinner, petenis asal Italia, mengungkapkan bahwa kekalahannya di semifinal Australia Terbuka melawan Novak Djokovic adalah salah satu yang paling menyakitkan dalam kariernya. Dalam pertandingan yang berlangsung pada Jumat malam tersebut, Sinner awalnya memimpin dengan skor dua set berbanding satu, tetapi akhirnya harus mengakui keunggulan Djokovic setelah melalui laga lima set yang ketat.

Sinner tampak sangat kecewa usai pertandingan, mengingat betapa pentingnya turnamen ini bagi kariernya. Dalam konferensi pers pascapertandingan, ia menyatakan, “Sangat menyakitkan. Ini adalah Grand Slam yang sangat penting bagi saya.” Ia mencatat bahwa meskipun pertandingannya berjalan dengan baik, ia tidak berhasil memanfaatkan peluang-peluang yang ada.

Meskipun Sinner memiliki banyak kesempatan, ia hanya berhasil mengonversi dua dari 18 break point yang tercipta. Ia menyoroti set kelima sebagai momen kunci yang menentukan hasil akhir. “Saya punya peluang di set kelima. Banyak break point, tapi tidak bisa dimanfaatkan,” tuturnya.

Sinner, yang memasuki turnamen dengan harapan meraih gelar ketiga berturut-turut di Australia, merasa ada sedikit motivasi ekstra dalam pertandingan Grand Slam. Ia memberikan pujian kepada Djokovic, yang telah mencatatkan 24 gelar Grand Slam, dengan mengatakan, “Anda tidak boleh terkejut, dia adalah pemain terhebat selama bertahun-tahun.”

Walaupun gagal melaju ke final, Sinner tetap mempertahankan peringkat dunianya di posisi kedua ATP. Ia bertekad untuk menjadikan kekalahan ini sebagai pelajaran berharga untuk meningkatkan performanya di masa depan.

Baca Juga  Insentif Likuiditas Kredit Forward Looking: Apakah Diperlukan?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *