Flamingballofwreckage.net – Ketegangan antara Iran dan Israel semakin meningkat setelah serangan rudal dari Iran yang menghantam wilayah Israel pada Kamis, 2 Maret 2023. Serangan ini terjadi hanya beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memperingatkan kemungkinan serangan besar-besaran dalam waktu dekat.
Militer Israel melaporkan adanya serangkaian serangan rudal dalam empat gelombang selama enam jam, termasuk dua serangan yang diluncurkan setelah pidato Trump. Dalam pidatonya, Trump mengklaim bahwa kampanye militer yang dimulai sejak 28 Februari telah mencapai target tertentu dan memperingatkan bahwa eskalasi konflik masih akan berlanjut.
Trump menyatakan, “Dalam dua hingga tiga minggu ke depan, kami akan menghantam mereka dengan sangat keras, membawa mereka kembali ke zaman batu.” Pernyataan tersebut muncul di tengah usaha internasional untuk meredakan krisis, termasuk rencana Inggris untuk mengadakan pertemuan dengan sejumlah negara guna membahas pembukaan Selat Hormuz yang saat ini terblokade.
Meski Trump menawarkan dialog dengan kepemimpinan baru Iran, ia tetap melontarkan ancaman yang menyasar fasilitas strategis Iran jika kesepakatan tidak tercapai. Sementara itu, Iran menolak ajakan gencatan senjata dari AS, menyebut tuntutan tersebut sebagai tindakan yang tidak rasional. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menegaskan bahwa pesan telah dikirim melalui perantara, tetapi tidak ada negosiasi langsung.
Di tengah situasi ini, masyarakat Iran menunjukkan sikap tegar. Dalam pemakaman seorang komandan Garda Revolusi yang tewas dalam serangan Israel, warga menegaskan komitmen untuk melanjutkan perlawanan. Di wilayah lainnya, Uni Emirat Arab mengaktifkan sistem pertahanan udara mereka mengantisipasi ancaman lebih lanjut, sementara di Libanon, kelompok Hizbullah memperkuat serangan mereka terhadap Israel, menambah kompleksitas konflik yang berlangsung.