Site icon flamingballofwreckage

IHSG Diprediksi Konsolidasi, Investor Perhatikan Akhir Kuartal III

[original_title]

Flamingballofwreckage.net – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi akan mengalami konsolidasi pada perdagangan yang berlangsung Rabu ini, menjelang penutupan kuartal ketiga tahun 2026. Pada pembukaan pasar, IHSG tercatat melemah 3,65 poin atau 0,06 persen, sehingga berada di angka 6.118,04. Penurunan juga terlihat pada indeks LQ45 yang turun 1,32 poin atau 0,22 persen menjadi 606,84.

Menurut Ratna Lim, Kepala Riset Phintraco Sekuritas, penurunan IHSG kemungkinan akan mereda di tengah bursa yang menghadapi tekanan berkurang pada nilai tukar rupiah. Meskipun indeks sempat pulih dari level terendahnya, pembentukan pola “long lower shadow” menunjukkan bahwa belum ada konfirmasi reversal. “IHSG masih ditutup di area negatif dan belum ada indikator yang jelas menunjukkan perubahan arah,” ujarnya.

IHSG diperkirakan akan konsolidasi dalam rentang 6.050 hingga 6.200. Investor diminta untuk mewaspadai fluktuasi yang meningkat mengingat relevansi penutupan kuartal III.

Di sisi fundamental, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027. APBN ditetapkan dengan defisit fiskal sebesar Rp671,16 triliun, setara 2,4 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Target pendapatan negara direncanakan mencapai Rp3.435,10 triliun, sementara belanja negara mengalami peningkatan menjadi Rp4.106,26 triliun.

Ratna menambahkan bahwa kebijakan fiskal ini diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi melalui konsumsi dan investasi. Namun, perlu diingat bahwa ruang fiskal dan kebutuhan pembiayaan tetap harus diperhatikan, mengingat defisit APBN masih berada di level 2,4 persen dari PDB. Alokasi utama dalam APBN 2027 mencakup pendidikan, perlindungan sosial, kesehatan, dan ketahanan pangan.

Exit mobile version