Site icon flamingballofwreckage

Pemerintah AS Tutup Peninjauan Kasus Epstein di Tengah Tekanan

[original_title]

Flamingballofwreckage.net – Proses peninjauan berkas terkait kasus Jeffrey Epstein telah resmi berakhir, demikian disampaikan oleh Departemen Kehakiman AS (DoJ) setelah merilis jutaan dokumen selama dua bulan terakhir. Meskipun Presiden Donald Trump meminta masyarakat untuk “melupakan” kasus ini, tekanan dari Kongres serta para korban semakin meningkat.

Wakil Jaksa Agung AS, Todd Blanche, menjelaskan bahwa tidak terdapat dasar hukum untuk penuntutan baru berdasarkan dokumen yang telah dimunculkan. Ia menegaskan, meskipun banyak dokumen seperti korespondensi dan foto tersedia, hal tersebut tidak serta merta membawa ke arah tindakan hukum. Sementara itu, DPR AS justru mempercepat penyelidikan mandiri, dengan rencana mantan Presiden Bill Clinton dan mantan Menlu Hillary Clinton untuk memberikan kesaksian pada akhir Februari mendatang.

Dalam pernyataannya, Trump mengungkapkan kepuasan atas hasil peninjauan dan menyerukan untuk fokus pada isu lain. Namun, data menunjukkan kehadiran nama Trump lebih dari 6.000 kali dalam dokumen tersebut. Sebuah email dari Epstein pada tahun 2011 menyoroti nama Trump, yang mengangkat keraguan mengenai posisi Trump di tengah kontroversi ini.

Korban Epstein, seperti Lisa Phillips, mengekspresikan kekecewaannya terhadap langkah DoJ yang dinilai belum transparan. Ia berpendapat banyak dokumen penting masih disembunyikan dan mengkritik pengungkapan identitas penyintas yang dianggapnya tidak etis. Dalam konteks politik, meski dukungan untuk Trump tampak stabil, tokoh-tokoh besar lainnya seperti Bill Gates dan Elon Musk kini harus memberikan klarifikasi mengenai hubungan mereka dengan Epstein.

Sementara Gedung Putih berusaha menutup kasus ini, investigasi di Capitol Hill dan pemanggilan saksi-saksi kunci menunjukkan bahwa perjalanan hukum terkait Epstein masih jauh dari akhir.

Exit mobile version