Flamingballofwreckage.net – Dalam beberapa hari ke depan, potensi gelombang tinggi diperkirakan akan melanda perairan Bali. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa gelombang tersebut dapat mencapai ketinggian antara 2,5 hingga 4 meter, yang akan terjadi di Selat Lombok bagian Selatan. Sementara di daerah lain, seperti Selat Bali bagian Selatan dan Selat Badung, diprediksi gelombang akan berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter. Prakiraan ini berlaku dari tanggal 27 hingga 30 Maret.
Selain itu, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Bangli, Gianyar, Karangasem, dan Klungkung. Peringatan tersebut berlaku mulai tanggal 27 hingga 28 Maret 2026. Kondisi ini pun tidak berhenti di situ; pada tanggal 28 hingga 29 Maret, beberapa wilayah lainnya seperti Kabupaten Badung, Buleleng, dan Jembrana juga diperkirakan akan mengalami hujan dengan intensitas yang signifikan.
Dalam informasi tersebut, BMKG menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap kondisi cuaca ini, terutama mengingat dampaknya yang mungkin terjadi di masyarakat. Gelombang tinggi dapat berpotensi mengganggu aktivitas pelayaran dan kepariwisataan, sedangkan curah hujan yang lebat dapat menyebabkan banjir dan tanah longsor di area yang rawan. Pemerintah daerah diimbau untuk bersiaga dan mengambil langkah-langkah preventif guna melindungi keselamatan warga.
Dengan demikian, masyarakat di Bali diharapkan untuk tetap mengikuti perkembangan informasi cuaca melalui saluran resmi dan bersikap waspada terhadap bahaya yang mungkin terjadi akibat cuaca ekstrem ini.