CORE: Kebutuhan Konsistensi Pasokan dan Kebijakan untuk B50

[original_title]

Flamingballofwreckage.net – Percepatan penerapan biodiesel B50 di Indonesia memerlukan ketahanan pasokan bahan baku, khususnya minyak sawit mentah (CPO). Hal ini disampaikan oleh Mohammad Faisal, Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, dalam keterangannya di Jakarta pada Senin. Program B50 bertujuan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor solar, sehingga keberlanjutan pasokan dari industri sawit menjadi sangat penting.

Faisal menekankan bahwa untuk mencapai target tersebut, perlu adanya kepastian kebijakan jangka panjang yang dapat mendukung pelaku industri melakukan investasi yang dibutuhkan. Menurutnya, perubahan ke penggunaan biodiesel dengan kandungan yang lebih tinggi akan memerlukan biaya dan komitmen dari semua pihak terkait. Tanpa adanya kepastian, pelaku usaha akan enggan berinvestasi karena risiko kebijakan yang tidak konsisten.

Kolaborasi yang kuat antara semua pihak dalam ekosistem biodiesel, mulai dari produsen bahan baku hingga konsumen akhir, juga dianggap penting. Peran Pertamina sebagai offtaker yang menyerap biodiesel dari sawit dan mendistribusikannya ke konsumen akhir dinilai krusial dalam memastikan implementasi B50 berjalan secara optimal, termasuk dalam upaya menekan impor BBM.

Sebelumnya, pemerintah telah menyiapkan langkah mitigasi untuk menghadapi ketidakpastian global yang dapat memengaruhi harga minyak. Ini termasuk penyesuaian anggaran dan penguatan kebijakan B50. Rapat koordinasi antara kementerian telah dilakukan untuk merumuskan respons kebijakan yang efektif di tengah dinamika ekonomi global, sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga  Menuju 2040, China Targetkan 80% Kendaraan Otonom dan NEV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *