CGL 2 Perkuat Ekosistem Industri Baja RI, Kemenperin Yakin

[original_title]

Flamingballofwreckage.net – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) optimis bahwa fasilitas Continuous Galvanizing Line (CGL) 2 milik PT Tata Metal Lestari di Purwakarta, Jawa Barat, akan memperkuat ekosistem industri baja nasional. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Industri Logam Kemenperin, Dodiet Prasetyo, saat acara groundbreaking fasilitas tersebut. Menurutnya, proyek ini berdampak positif dalam meningkatkan daya saing industri serta menambah nilai tambah di dalam negeri.

CGL merupakan teknologi pelapisan baja berkelanjutan yang menggunakan zinc magnesium dan zinc aluminium magnesium. Dengan penerapan teknologi ini, daya tahan baja diprediksi bisa meningkat hingga empat kali lipat, sementara emisi yang dihasilkan lebih rendah berkat penggunaan burner berbasis hidrogen. Dodiet menekankan bahwa proyek ini tidak hanya akan mendorong kompetisi di pasar lokal, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan memberdayakan ekonomi lokal.

VP of Operations PT Tata Metal Lestari, Stephanus Koeswandi, menjelaskan bahwa pembangunan CGL 2 adalah bagian dari komitmen perusahaan dalam pengembangan industri baja. Menurutnya, sektor midstream sangat penting untuk menjaga ketahanan rantai pasok dan menurunkan ketergantungan pada impor. Saat ini, PT Tata Metal Lestari telah mengekspor produk baja lapis ke 25 negara, termasuk pasar Amerika Serikat dan Eropa yang mengedepankan standard kualitas tinggi.

CGL 2 ditargetkan untuk memproduksi 250 ribu ton baja lapis per tahun, yang menambah total produksi menjadi 500 ribu ton. Selain itu, proyek ini selaras dengan upaya pemerintah untuk mendorong penggunaan produk dalam negeri. Dalam rangka memperkuat industri, Kemenperin juga menerapkan berbagai kebijakan strategis, seperti pengamanan perdagangan dan insentif fiskal, untuk mendukung industri baja di Indonesia.

Baca Juga  PTPP Dinobatkan Sebagai Kontraktor Hijau Terbaik 2025

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *