Flamingballofwreckage.net – Penyaluran bantuan tunai kepada keluarga korban banjir di Sumatera dinilai efektif dalam membantu pemulihan ekonomi masyarakat. Bhima Yudhistira, Ekonom dan Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), menyatakan bahwa bantuan tunai ini dapat meringankan beban masyarakat yang menghadapi kesulitan memenuhi kebutuhan hidup setelah bencana.
Dalam pernyataannya dari Jakarta, Bhima menjelaskan bahwa pasca banjir, keterbatasan bahan makanan mengakibatkan lonjakan harga, sehingga masyarakat membutuhkan bantuan untuk meningkatkan daya beli. Ia menyarankan agar program bantuan tunai tidak hanya dilaksanakan sekali, melainkan berkelanjutan selama beberapa bulan ke depan, dengan penambahan bantuan sebesar Rp5 juta dalam waktu tiga bulan mendatang. Hal ini penting mengingat proses pemulihan pascabencana memerlukan waktu yang panjang.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengungkapkan bahwa setiap keluarga yang terdampak banjir akan menerima bantuan sebesar Rp5 juta. Penyaluran bantuan ini diatur berdasarkan data penerima yang ditetapkan oleh pemerintah daerah dan diverifikasi bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Selain bantuan tunai, Kemensos juga memiliki program pemberdayaan ekonomi untuk mendukung keluarga selama fase pasca-kedaruratan. Program ini bertujuan untuk membantu keluarga bangkit melalui pengembangan usaha dan keterampilan, serta diintegrasikan dengan kementerian dan lembaga lain yang relevan.
Kementerian UMKM, Kementerian Ekonomi Kreatif, dan Kementerian Koperasi adalah beberapa instansi yang terlibat dalam mendampingi keluarga terdampak, sesuai dengan kebutuhan mereka. Dengan dukungan ini, diharapkan proses pemulihan masyarakat yang terdampak banjir dapat berlangsung lebih efektif dan berkelanjutan.