Flamingballofwreckage.net – Film horor terbaru berjudul Don’t Follow Me (No Me Sigas) menjadi sorotan sebagai karya inovatif dari Blumhouse yang menjangkau pasar berbahasa Spanyol. Disutradarai oleh Ximena dan Eduardo García Lecuona, film ini tidak hanya menawarkan ketegangan, tetapi juga mengemas kritik sosial yang mendalam dalam waktu tayang 1 jam 29 menit.
Film ini syuting di lokasi yang sakral, yakni dua gedung di Meksiko yang memiliki sejarah kelam. Salah satu gedung tersebut memiliki empat lantai yang hangus terbakar, sementara di gedung lainnya terjadi peristiwa kematian nyata. Suasana tersebut berkontribusi terhadap pengalaman autentik para pemain dalam menyampaikan nuansa ketakutan dan depresi.
Blumhouse mengawali ekspansinya dengan Don’t Follow Me sebagai film berbahasa Spanyol pertama mereka, menunjukkan ambisi untuk mengangkat elemen lokal horor Meksiko ke panggung internasional dengan kualitas Hollywood. Film ini juga berfungsi sebagai cermin krisis identitas di era digital, menggambarkan karakter utama, Carla, seorang influencer yang terobsesi dengan jumlah pengikut, hingga terpaksa menciptakan konten paranormal yang tidak nyata.
Selain itu, film ini mengesankan dengan teknis unik yang menggabungkan found footage, tampilan screenlife, dan sinematografi tradisional, menciptakan pengalaman menonton yang imersif. Alih-alih berlokasi di tempat terpencil, latar cerita berlangsung di tengah keramaian kota, menonjolkan rasa terjebak yang dirasakan oleh Carla akibat ambisinya sendiri.
Don’t Follow Me dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 8 April 2026, menawarkan kombinasi horor yang segar dan relevan di tengah kehidupan modern.