Demutualisasi BEI, Rosan Proyeksikan Saham Danantara 5-10%

[original_title]

Flamingballofwreckage.net – CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, mengungkapkan bahwa perusahaan ini diperkirakan akan memegang porsi saham antara 5 hingga 10 persen dalam skema demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI). Pernyataan tersebut disampaikan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu, menyusul penerbitan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 13 Tahun 2026 tentang pemegang saham bursa.

Rosan menegaskan bahwa diskusi mengenai proporsi saham yang akan dimiliki Danantara masih berlangsung. Ia menyebutkan bahwa angka lebih dari 40 persen yang mungkin beredar merupakan porsi gabungan dari beberapa pihak, termasuk kementerian terkait. Dalam konteks ini, dia menjelaskan, “Konsorsium mungkin bisa mencakup hingga 30 sampai 40 persen, tetapi porsi Danantara diperkirakan di kisaran 5 hingga 10 persen.”

Sebelumnya, Danantara sudah menyatakan minatnya untuk menjadi pemegang saham BEI melalui Danantara Investment Management (DIM). Demutualisasi yang sedang berlangsung diharapkan dapat menjadikan pasar modal Indonesia lebih transparan, efisien, dan inovatif. OJK telah mengeluarkan POJK yang bukan hanya menjadi pedoman hukum, tetapi juga memastikan bahwa langkah-langkah demutualisasi dapat dilaksanakan dengan baik.

POJK tersebut mencakup ketentuan bahwa setiap pemegang saham hanya diperbolehkan memiliki maksimal 5 persen saham, kecuali dalam kondisi tertentu yang harus disetujui terlebih dahulu oleh OJK. Dengan langkah ini, OJK bertujuan untuk memastikan kepatuhan dan integritas dalam struktur kepemilikan bursa, mendukung reformasi pasar modal yang berkelanjutan di Indonesia.

Baca Juga  KH Imam Jazuli Bahas Tantangan dan Transformasi NU Kini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *