Iran dan Oman Setujui Rute Baru Lewat Selat Hormuz

[original_title]

Flamingballofwreckage.net – Pemerintah Iran, di bawah kepemimpinan Presiden Masoud Pezeshkian, mengumumkan kesepakatan baru mengenai rute pelayaran di Selat Hormuz bersama Oman. Kesepakatan ini menjadi langkah strategis dalam membuka kembali jalur vital internasional, dengan syarat Amerika Serikat (AS) memenuhi komitmennya dalam Memorandum Islamabad yang ditandatangani pada Juni 2026.

Pezeshkian mengungkapkan, “Kami telah sepakat dengan Oman untuk rute pelayaran melalui Selat Hormuz. Jika AS mematuhi kesepakatan, kami akan membuka selat ini.” Pernyataan ini disampaikan melalui kantor berita IRNA pada Jumat, 28 Agustus 2026. Pembukaan Selat Hormuz, yang menjadi jalur penting bagi pengiriman minyak global, sangat bergantung pada itikad baik AS menyangkut pencabutan sanksi dan pengakhiran konflik.

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran dilaporkan telah mencapai konsensus mengenai kesepakatan ini, dengan 12 dari 13 anggota mendukung keputusan tersebut. Pezeshkian juga menjelaskan bahwa selama berlakunya kesepakatan sebelumnya, Iran berhasil mengekspor hampir 90 juta barel minyak sebelum terjadinya kebuntuan.

Negosiasi mengenai pencairan dana Iran dan rencana investasi besar senilai 300 miliar dolar AS tengah berlangsung. Selain itu, diskusi dengan Qatar dan Uni Emirat Arab mengenai proyek investasi dilakukan meskipun dibayangi konflik militer yang berlangsung.

Pezeshkian menyatakan, situasi ekonomi Iran saat ini memprihatinkan dengan penurunan volume ekspor dan impor hingga 35 persen akibat ketegangan yang ada. Menghadapi kondisi darurat, pemerintah Iran tengah mempertimbangkan kebijakan taktis, termasuk penerapan sistem kerja jarak jauh dan pengetatan standar efisiensi bahan bakar untuk mengurangi konsumsi domestik.

Baca Juga  Operasi Caesar Dapat Tingkatkan Nyeri dan Gangguan Tidur Ibu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *