Dua Keluarga Palestina Terjebak Pemukim di Tepi Barat

[original_title]

Flamingballofwreckage.net – Krisis kemanusiaan semakin meruncing di Qusra, Tepi Barat, di mana dua keluarga Palestina terpaksa mengalami pengepungan oleh pemukim Israel selama beberapa hari. Aktivis kemanusiaan berupaya memberikan bantuan berupa makanan dan air, namun terpaksa menelantarkan pasokan tersebut di luar area pemukiman karena pergerakan mereka terhambat.

Pengepungan yang dimulai sejak minggu lalu mengakibatkan putusnya pasokan listrik dan air bersih bagi keluarga Abu Ridi dan Hassan. Beberapa warga setempat melaporkan bahwa Pasukan Pertahanan Israel (IDF) melarang aktivis menyerahkan bantuan secara langsung. IDF membantah tuduhan ini dengan menyatakan bahwa Qusra telah ditetapkan sebagai “zona militer tertutup”, sehingga membatasi pergerakan warga sipil, termasuk aktivis.

Ketegangan di kawasan tersebut semakin meningkat, terutama setelah sejumlah pemukim Israel mendirikan tenda di sekitar lokasi dan kemudian membongkarnya kembali. Wali Kota Qusra, Abdul Azim Wadi, mengungkapkan bahwa militer Israel menggunakan rumah warga yang ditinggalkan sebagai barak. Namun, militer Israel mengklaim langkah itu diambil untuk melindungi masyarakat setempat.

Dalam pernyataan resmi, juru bicara militer Israel mengecam tindakan pemukim yang dianggap tidak dapat diterima. Pemerintah berjanji akan menyelidiki dan menindak pihak-pihak yang terlibat. Data PBB menunjukkan bahwa pengambilalihan lahan dan kekerasan oleh pemukim Israel di Tepi Barat terus meningkat, mengakibatkan sekitar 3.800 warga Palestina, termasuk anak-anak, terpaksa mengungsi sepanjang tahun 2026. Situasi di Qusra mencerminkan besarnya tantangan dalam penyaluran bantuan kemanusiaan di wilayah yang penuh konflik ini.

Baca Juga  Dortmund Raih Kemenangan 2-0 atas Stuttgart dengan Gol Dramatis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *