Flamingballofwreckage.net – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, baru-baru ini memberikan keterangan mengenai situasi di Gaza setelah adanya kabar kesepakatan pelucutan senjata antara Hamas dan pemerintah Amerika Serikat. Dalam sebuah video yang dibagikannya di media sosial, Netanyahu lebih memilih untuk membahas isu Gaza ketimbang menyinggung langkah Presiden AS, Donald Trump yang membatalkan serangan besar-besaran ke Iran.
Netanyahu mengarahkan pernyataannya kepada publik di Israel menjelang pemilihan umum pada akhir Oktober. Dia menekankan bahwa meskipun ada dorongan dari pemerintah AS untuk gencatan senjata, Israel belum sepenuhnya setuju dengan draf pelucutan senjata yang diusulkan. Para pemimpin Israel saat ini menghadapi tekanan untuk mendukung komitmen Hamas di tengah ketegangan yang meningkat di wilayah tersebut.
Sumber dari Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyebutkan bahwa operasional militer di Gaza kini lebih terbatas. Aksi-aksi berisiko tinggi seperti pembunuhan target kini memerlukan izin dari pimpinan tertinggi IDF, bukan lagi di tingkat regional. Keputusan ini diambil menyusul meningkatnya serangan Israel yang mengakibatkan kematian 28 orang dalam tiga hari terakhir.
Sementara itu, Trump mengumumkan melalui platformnya, Truth Social, bahwa Hamas telah setuju untuk melucuti senjata, yang kemudian memicu serangan balasan dari Israel. Dua utusan senior dari Dewan Perdamaian yang dibentuk Trump telah mendorong Netanyahu untuk mempertimbangkan kembali posisinya dalam pertemuan di Yerusalem.
Dengan situasi yang terus berkembang, Netanyahu menekankan bahwa diskusi mengenai kesepakatan dengan AS masih jauh dari finalisasi, menegaskan bahwa pihaknya masih dalam tahap evaluasi. “Kami belum menyetujui apa pun,” ucapnya, menandakan ketidakpastian di tengah kekhawatiran yang melanda kawasan tersebut.