Flamingballofwreckage.net – Dalam upaya membangun kekuatan ekonomi bersama, Duta Besar Republik Indonesia (RI) untuk Australia, Siswo Pramono, menegaskan pentingnya kerjasama antara Indonesia dan Australia untuk menciptakan rantai pasok regional yang stabil. Hal ini disampaikan dalam pertemuan di Brisbane, Australia, pada Selasa.
Siswo menjelaskan bahwa stabilitas di kawasan Asia Tenggara dan Oseania memberikan prospek jangka panjang untuk kolaborasi ekonomi, khususnya dalam perdagangan komoditas strategis seperti pupuk. Ia menyebutkan bahwa hubungan baik antara kedua negara dapat mencegah dampak negatif dari gejolak geopolitik global.
Pertanyaan mengenai stabilisasi situasi di Timur Tengah yang dapat mempengaruhi rantai pasok global juga mendapatkan tanggapan dari Siswo. Ia menyatakan, pelaku usaha kini semakin memperhitungkan risiko geopolitik terkait jalur perdagangan, seperti Selat Hormuz dan Laut Merah, yang rentan terhadap konflik.
Menurut Siswo, posisi geografis Indonesia dan Australia yang saling berdekatan dan tidak terletak di jalur konflik dapat menjadi keunggulan dalam penguatan integrasi ekonomi. Dengan memanfaatkan bahan baku dari Australia yang diolah di Indonesia, kedua negara dapat menciptakan nilai tambah dan menjaga pasokan yang berkelanjutan.
Dubes menilai stabilitas ASEAN selama puluhan tahun menjadi faktor kunci dalam menarik investasi asing langsung ke kawasan tersebut. Globalisasi kini memaksa perusahaan-perusahaan untuk tidak hanya mempertimbangkan harga, tetapi juga keamanan pasokan.
Sebagai contoh, Indonesia yang sebelumnya banyak bergantung pada gandum dari Ukraina kini melirik pasokan alternatif dari Australia. Sementara itu, Australia pun meningkatkan ketergantungan pada pasokan pupuk dari Indonesia untuk kebutuhan pertanian.
Siswo menekankan bahwa kerja sama ini harus berlangsung jangka panjang dan berkelanjutan, tidak hanya saat krisis, agar kedua negara bisa membangun kekuatan ekonomi yang kokoh.