IHSG Melonjak 7,5% Setelah Rencana Buyback BUMN dan Kenaikan BI-Rate

[original_title]

Flamingballofwreckage.net – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penguatan signifikan pada Selasa sore, ditutup naik sebanyak 404,51 poin atau 7,57 persen, berada di posisi 5.746,65. Kenaikan ini didorong oleh rencana program buyback saham dari perusahaan-perusahaan besar milik negara serta kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI).

Dalam sebuah konferensi pers yang berlangsung pada pagi hari, pembahasan mengenai program buyback dilakukan oleh DPR RI, Danantara Indonesia, serta Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Diafirmasi oleh Research Analyst Infovesta Kapital Advisori, Arjun Ajnawi, bahwa rencana tersebut menjadi sentimen positif untuk pasar. “Koordinasi antara DPR dan Kementerian BUMN diharapkan dapat menjaga stabilitas saham di tengah dinamika pasar global dan domestik,” ujarnya.

Selain itu, BI mengumumkan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen, sebagai langkah untuk memperkuat nilai tukar rupiah. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan daya tarik investasi portofolio di Indonesia dan menegaskan komitmen untuk mengendalikan inflasi.

Sektor komoditas juga berkontribusi pada penguatan IHSG, disebabkan oleh kepastian dari pemerintah mengenai mekanisme ekspor. Kekhawatiran pasar terkait kewajiban eksportir menyerahkan hasil ekspor kepada negara perantara mulai mereda, sehingga berkurangnya risiko terhadap arus kas para eksportir.

Meskipun IHSG mengalami penguatan, Arjun memperingatkan bahwa potensi pengambilan untung oleh pelaku pasar dapat terjadi pada perdagangan berikutnya. Dalam sesi perdagangan tersebut, frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.714.279 transaksi dengan 678 saham mengalami kenaikan. Indeks saham-saham sektor barang baku memimpin penguatan, naik hingga 9,71 persen.

Baca Juga  Ambisi Donald Trump di Greenland Ganggu Tatanan Hukum Global

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *