Flamingballofwreckage.net – Kepala Dinas Keamanan Federal Rusia, Aleksandr Bortnikov, mengungkapkan tuduhan bahwa badan intelijen Barat berencana memobilisasi militan Suriah sebagai kekuatan proksi melawan Iran. Dalam pernyataannya pada pertemuan kepala keamanan dari Persemakmuran Negara-Negara Merdeka (CIS) di Wilayah Irkutsk, Rusia, Bortnikov menjelaskan bahwa militan yang terlibat dengan ISIS dan kelompok bersenjata lainnya sedang dipindahkan dari fasilitas penahanan di Suriah ke kamp-kamp khusus di Irak.
Bortnikov mengingatkan bahwa upaya tersebut tidak hanya berpotensi mengancam stabilitas di Timur Tengah, tetapi juga dapat berdampak pada negara-negara anggota CIS. Ia mencatat bahwa sejarah ISIS berakar pada situasi di penjara-penjara Irak yang dilindungi oleh badan intelijen koalisi Barat, dan pergerakan militan saat ini mencerminkan pola yang sebelumnya menyuburkan keberadaan organisasi tersebut.
Menurutnya, militan yang dimaksud berasal dari berbagai negara CIS dan selama ini telah berjuang di sisi ISIS sebelum terjebak dalam sistem penahanan di Suriah. Tuduhan ini menyoroti kekhawatiran bahwa kebangkitan militan serta kemungkinan rekruitmen baru dapat memicu ketidakstabilan lebih lanjut di wilayah tersebut, serta meningkatkan intensitas konflik antara kekuatan regional.
Pernyataan ini juga menekankan pentingnya pengawasan dan kemitraan internasional dalam mencegah penyebaran ekstremisme, terutama ketika situasi geopolitis semakin rumit. Bortnikov menyampaikan imbauan agar negara-negara di kawasan lebih waspada terhadap kemungkinan ancaman yang ditimbulkan oleh mobilisasi militan ini.