Flamingballofwreckage.net – Pelabuhan Cilacap di Jawa Tengah memiliki peran strategis dalam meningkatkan konektivitas logistik serta distribusi pangan nasional. Hal ini disampaikan oleh Prof Susanto Zuhdi, sejarawan maritim dari Universitas Indonesia, saat berbicara di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jumat lalu. Dia menekankan bahwa Pelabuhan Cilacap bukan sekadar pelabuhan pinggiran, tetapi menjadi vital dalam mendukung pengembangan ekonomi daerah.
Cilacap memiliki sejarah panjang yang menjadikannya sebagai pelabuhan ternama di pesisir selatan. Dengan posisi geografis yang ideal, pelabuhan ini terhubung dengan berbagai daerah, termasuk Banyumas dan Priangan Timur, yang dikenal sebagai sentra produksi pertanian dan perkebunan. Prof Susanto menjelaskan bahwa aktivitas pelayaran awalnya bergantung pada jalur sungai seperti Donan dan Serayu, yang menjadi sarana transportasi antara pesisir dan pedalaman.
Menurutnya, peran Pelabuhan Cilacap menguat sejak masa Cultuurstelsel pada tahun 1830-an, di mana pemerintah kolonial menjadikannya jalur transportasi untuk komoditas tanaman bernilai tinggi seperti kopi dan gula. Kejayaan pelabuhan ini mencapai puncaknya antara 1888 hingga 1930, saat terhubung dengan jalur kereta api yang memfasilitasi ekspor komoditas.
Namun, penetrasi jalur transportasi darat dan pelabuhan-pelabuhan di pantai utara menyebabkan penurunan posisi strategis Cilacap. Prof Susanto mencatat bahwa meskipun demikian, Pelabuhan Tanjung Intan di Cilacap masih memiliki potensi besar untuk berkembang. Rencana induk pemerintah dan pengembangan industri agro-maritim di kawasan tersebut diperkirakan akan mendukung revitalisasi rol pelabuhan sebagai penyangga pangan.
Lebih jauh, Prof Susanto menegaskan pentingnya menciptakan sejarah baru yang berkelanjutan dalam menghidupkan kembali peran Pelabuhan Cilacap, sebuah keputusan yang tidak hanya bertujuan mengulangi masa lalu, tetapi juga menjawab tantangan masa depan.