Flamingballofwreckage.net – Gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran saat ini berada dalam kondisi kritis, menurut pernyataan Presiden Donald Trump. Dia mengungkapkan kemarahan atas tanggapan Iran terhadap usulan negosiasi dari Washington, yang dinilai tidak memadai. Situasi ini memicu lonjakan harga minyak dan merusak harapan untuk pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur pengiriman vital bagi perdagangan minyak.
Trump menilai bahwa gencatan senjata, yang telah berlangsung selama lebih dari sebulan, mendekati titik kegagalan. Dalam konferensi persnya, dia menggambarkan situasi tersebut dengan frasa dramatis, menyatakan bahwa kondisi gencatan senjata serupa dengan pasien yang memiliki peluang bertahan hidup minim. Pernyataan ini berlanjut dengan penegasan bahwa AS berkomitmen untuk mencapai “kemenangan penuh” terhadap Iran.
Di sisi lain, Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua Parlemen Iran, menegaskan bahwa Iran siap menghadapi segala kemungkinan. Dia menyiratkan bahwa angkatan bersenjata Iran akan segera merespons setiap bentuk agresi dari pihak AS, dan menambahkan bahwa keputusan-keputusan buruk biasanya berujung pada konsekuensi yang merugikan.
Ketegangan ini berimbas pada pasar energi global yang sudah bergejolak akibat konflik dan blokade oleh kedua negara di Selat Hormuz. CEO Saudi Aramco, Amin Nasser, mengingatkan bahwa gangguan pasokan energi yang terjadi sejak awal tahun adalah yang terburuk dalam sejarah. Dengan demikian, geliat perekonomian global pun diperkirakan akan terus terpengaruh oleh perkembangan yang semakin tegang ini.