BGN Tegaskan Peran MBG dalam Menyerap Produksi Beras dan Sayuran

[original_title]

Flamingballofwreckage.net – Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan pentingnya program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang tidak hanya berfungsi untuk meningkatkan gizi anak-anak, tetapi juga mendukung serapan hasil pertanian, terutama beras dan sayur-mayur, dari petani di seluruh Indonesia. Hal tersebut disampaikan oleh Deputi Sistem dan Tata Kelola BGN, Tigor Pangaribuan, dalam acara Food Summit 2026 yang berlangsung di Jakarta pada hari Senin.

Tigor menjelaskan, kesuksesan program MBG sangat bergantung pada ketersediaan bahan pangan berkualitas yang berkelanjutan di setiap wilayah. Untuk menjalankan program ini secara efektif, setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memerlukan pasokan beras yang konsisten. Dalam setahun, diperkirakan satu SPPG membutuhkan sekitar 40 ton beras untuk memenuhi kebutuhan operasionalnya.

Dengan jumlah SPPG yang dapat mencapai 30 ribu unit secara nasional, kebutuhan beras pun diperkirakan akan meningkat secara signifikan, mendorong penyerapan produk pertanian lokal. Di Jawa Barat, misalnya, kebutuhan beras untuk sekitar 6.000 SPPG bisa mencapai ratusan ribu ton.

BGN menetapkan standar kualitas beras yang digunakan dalam program ini harus premium untuk memastikan gizi makanan yang disajikan. Selain beras, keperluan sayur-mayur diperkirakan mencapai antara 45 hingga 50 ton per SPPG setiap tahunnya. Tigor menjelaskan, jika suatu daerah memiliki 1.000 SPPG, maka kebutuhan sayur bisa mencapai 50.000 ton per tahun.

Ia juga menekankan bahwa anggaran negara yang dialokasikan untuk program ini akan langsung menguntungkan sektor pangan dan pertanian lokal, dengan sekitar 70 persen dari anggaran SPPG digunakan untuk membeli bahan baku dari petani lokal. Dengan jumlah SPPG yang cukup banyak, potensi perputaran ekonomi dapat mencapai Rp7 triliun per tahun.

Untuk menjamin ketersediaan pasokan bahan pangan, BGN berkolaborasi dengan pemerintah daerah, Kementerian Pertanian, dan berbagai pemangku kepentingan dalam rangka memperkuat produksi dan distribusi pangan secara berkelanjutan.

Baca Juga  Mentan Ungkap Stok Beras RI Capai 4,6 Juta Ton, Tertinggi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *