Akademisi: IKN dan Kertajati Tunjukkan Krisis Budaya Perencanaan

[original_title]

Flamingballofwreckage.net – Indonesia saat ini menghadapi tantangan serius dalam perencanaan urban, terutama terkait proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Bandara Kertajati. Hal ini disampaikan oleh Harun Al Rasyid Lubis, Guru Besar Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) Institut Teknologi Bandung (ITB), dalam sebuah diskusi di Bandung pada Jumat lalu. Menurut Harun, kurangnya undang-undang perkotaan telah mengakibatkan kebingungan dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek-proyek tersebut.

Dia menyoroti adanya disonansi antara ambisi pemerintah untuk mencapai target seperti Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060 dan kenyataan di lapangan yang sering kali tidak terintegrasi. “Perencanaan sudah ada, tetapi seringkali tidak sejalan dengan realitas,” ucapnya. Ia menegaskan bahwa pembangunan IKN harus didasari oleh perencanaan yang matang dan terintegrasi dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

Lebih lanjut, Harun mengemukakan bahwa masalah di Bandara Kertajati muncul dari ketidakmatangan studi kelayakan, yang mengakibatkan ketidaksesuaian antara infrastruktur yang dibangun dan kebutuhan pasar. Ia juga menambahkan bahwa ketiadaan lembaga pengawas yang kuat untuk mengatur hubungan antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah telah menyebabkan rencana-rencana seringkali terabaikan tanpa realisasi.

Harun menekankan pentingnya pemisahan fungsi regulator dan operator dalam proyek infrastruktur. “Independensi dalam fungsi kontrol adalah kunci agar pelaksanaan proyek tetap konsisten dengan rencana,” tegasnya. Ia berharap agar langkah-langkah konkret dapat diambil untuk memperbaiki situasi ini demi kemajuan pembangunan yang berkelanjutan.

Baca Juga  Eksportasi Produk Perikanan Diproyeksikan Capai Rp105,5 Triliun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *