Flamingballofwreckage.net – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penurunan signifikan pada perdagangan Kamis sore, ditutup melemah sebesar 157,66 poin atau 2,19 persen menjadi 7.026,78. Penurunan ini dipicu oleh pidato Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang tidak memberikan kepastian mengenai penyelesaian konflik di Timur Tengah, sehingga meningkatkan kehati-hatian investor.
Di tengah kecemasan global, IHSG juga dipengaruhi oleh kondisi ekonomi domestik yang menghadapi penurunan dalam data ekspor dan pertumbuhan impor yang solid. Associate Director of Research dan Investment dari Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menjelaskan bahwa meskipun Trump menyatakan bahwa operasi militer hampir selesai, ada indikasi potensi serangan lebih lanjut, yang menambah ketidakpastian di pasar.
Sementara itu, investor menanti rilis data cadangan devisa yang dijadwalkan akan dikeluarkan Maret mendatang, setelah laporan bulan sebelumnya menunjukkan penurunan ke level terendah dalam tiga bulan. Harga minyak mentah global yang tinggi serta risiko geopolitik turut berpotensi mendorong inflasi, meski angka inflasi tahunan tercatat turun menjadi 3,48 persen pada Maret, kembali sesuai target Bank Indonesia.
Dalam perdagangan saham hari itu, frekuensi transaksi mencapai 2.014.275 kali dengan volume saham yang diperdagangkan sekitar 31,54 miliar lembar senilai Rp16,47 triliun. Sektor barang konsumen non-primer menjadi satu-satunya sektor yang mencatatkan penguatan, sementara sektor barang baku mengalami penurunan paling dalam. Secara keseluruhan, 475 saham menguat, 209 saham melemah, dan 135 saham tidak berubah.
Di bursa Asia, mayoritas indeks juga mengalami penurunan, memberikan gambaran tentang ketidakpastian yang melanda pasar finansial global.