Kalsel Tingkatkan Ekosistem untuk Industri Halal yang Berkembang

[original_title]

Flamingballofwreckage.net – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berfokus pada penguatan ekosistem industri halal untuk meningkatkan daya saing global industri, terutama bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Inisiatif ini mencakup program sertifikasi halal bagi produk-produk UMKM, sebuah langkah penting mengingat tidak semua UMKM di daerah ini telah memiliki sertifikasi tersebut.

Rahmadin, Kepala Dinas Koperasi UKM Provinsi Kalsel, mengungkapkan bahwa penguatan ekosistem industri halal adalah bagian dari visi pembangunan daerah yang mencakup konsep halal food dan keuangan syariah. Ekosistem halal dirancang sebagai sistem terintegrasi yang menghubungkan produsen, bahan baku, keuangan syariah, dan konsumen, berdasarkan prinsip syariah.

Lebih lanjut, Rahmadin menjelaskan bahwa upaya ini ditujukan untuk meningkatkan daya saing UMKM, selain melalui pembiayaan, juga dengan pelatihan sumber daya manusia (SDM) dan pengembangan kemasan produk yang ramah lingkungan. Meskipun ada banyak potensi, tantangan tetap ada, seperti kurangnya sosialisasi dan kesadaran para pelaku UMKM, serta distribusi lokasi UMKM yang terpencar di pelosok.

Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalsel, saat ini terdapat 3.057 koperasi di wilayah tersebut, belum termasuk koperasi merah putih yang tengah dibangun di berbagai desa. Selain itu, jumlah UMKM tercatat mencapai 509.766 unit, terdiri dari 507.230 usaha mikro, 2.201 usaha kecil, dan 335 usaha menengah.

Eddy Elminsyah Jaya, Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Kalsel, menekankan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mengembangkan ekonomi berbasis syariah melalui penguatan ekosistem halal, yang diharapkan dapat memperluas akses pembiayaan dan literasi keuangan syariah di kalangan UMKM.

Baca Juga  Damkar Evakuasi Pria Tidak Sadarkan Diri di Mobil Berasap di Matraman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *