Dua Dekade Perang AS: 6 Strategi Pertahanan Mosaik Iran

[original_title]

Flamingballofwreckage.net – Iran telah mengembangkan sistem pertahanan mosaik yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan dalam menghadapi kemungkinan serangan dari Amerika Serikat dan Israel. Menurut Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, proses penguatan ini dilakukan selama dua dekade, dengan fokus pada pembelajaran dari perang yang melibatkan AS. Doktrin ini berusaha memastikan bahwa meskipun Teheran mengalami serangan besar, terutama terhadap komandan senior atau fasilitas kritis, Iran tetap bisa bertahan dan melanjutkan pertempuran.

Konsep pertahanan mosaik mengedepankan struktur terdesentralisasi, di mana kekuatan militer dibagi menjadi beberapa unit regional yang semi-independen. Pendekatan ini memungkinkan Iran untuk beroperasi meski satu bagian dari sistem pertahanan telah terpaksa lumpuh. Dalam skenario ini, jika satu kelompok diserang, unit lain masih dapat melanjutkan operasi tanpa kehilangan komando sepenuhnya.

Doktrin ini tidak hanya menekankan pada perlunya mempertahankan ibu kota, tetapi juga pentingnya mempertahankan kemampuan pengambilan keputusan dan operasional unit tempur. Militer Iran dirancang untuk bertahan dalam jangka waktu yang panjang, bukan hanya untuk menghadapi konflik singkat. Dengan membangun struktur pertahanan yang berlapis, Iran berusaha menciptakan kesulitan bagi musuh dalam menggulingkan sistem komando mereka secara efektif.

Pengalaman dari invasi AS ke Afghanistan dan Irak juga dijadikan pelajaran oleh Iran dalam mengembangkan strategi ini. Model pertahanan mosaik diharapkan dapat menjadi solusi bagi Iran dalam mengatasi tekanan yang terus meningkat dari pihak asing, menjaga kedaulatan, serta memastikan keamanan jangka panjang negara.

Baca Juga  Menteri ATR Percepat Sertifikasi Tanah Wakaf dan Ibadah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *