NATO Lecehkan Rusia yang Lambat, Moskow Balas Sindiran

[original_title]

Flamingballofwreckage.net – Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte baru-baru ini mengecam Rusia, menyebut negara tersebut sebagai “siput kebun” yang lambat akibat kerugian besar yang dialaminya dalam konflik di Ukraina. Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers di sela-sela Konferensi Keamanan Munich, di hadapan sejumlah pemimpin, termasuk Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul.

Rutte menegaskan bahwa situasi di Ukraina menunjukkan betapa signifikan kerugian yang dialami Rusia, dengan menyebutkan angka kematian yang mencolok, yakni 35.000 orang pada bulan Desember dan 30.000 orang pada bulan Januari. Ia juga menyatakan bahwa ada konsensus di antara menteri pertahanan NATO untuk terus dan bahkan meningkatkan dukungan terhadap Ukraina.

Pernyataan ini muncul setelah pertemuan para menteri pertahanan NATO di Brussels, di mana para pemimpin membahas hasil kerja sama yang lebih erat antara NATO dan Uni Eropa. Rutte menekankan pentingnya untuk tidak terjebak dalam narasi propaganda Rusia, dan mengajak pihak-pihak terkait untuk tidak menganggap Rusia sebagai kekuatan yang perkasa.

Ia menuturkan, “Mereka ingin kita memandang Rusia sebagai beruang yang perkasa, tetapi fakta menunjukkan bahwa mereka bergerak lambat dalam konflik ini.” Pernyataan Rutte mencerminkan kepedulian NATO terhadap realitas di lapangan, serta komitmen berkelanjutan untuk mendukung Ukraina dalam menghadapi agresi militer. Soal kerja sama internasional, Rutte menyatakan akan terus memperkuat upaya kolektif dalam memberikan bantuan kepada Kyiv.

Baca Juga  MotoGP Malaysia 2025 Siap Guncang Sepang, Lihat Jadwal di VISION+

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *