NTB Tak Lagi Bergantung pada Bibit Ayam dan Pakan Dari Luar

[original_title]

Flamingballofwreckage.net – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) meluncurkan program pengembangan industri ayam terintegrasi di Kabupaten Sumbawa dengan tujuan mengakhiri ketergantungan pasokan bibit ayam dan pakan dari luar daerah. Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menjelaskan bahwa dominasi industri luar daerah telah mengganggu sektor peternakan lokal, menyebabkan peternak menghadapi risiko fluktuasi harga dan posisi tawar yang lemah di pasar.

Langkah ini diperlukan untuk memenuhi meningkatnya permintaan pangan yang dipicu oleh program Makan Bergizi Gratis (MBG). Iqbal menekankan bahwa dengan penguatan produksi lokal, diharapkan dapat mengatasi potensi inflasi akibat ketidakcukupan pasokan. Untuk mendukung program ini, pemerintah NTB juga menyiapkan skema pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga rendah untuk sektor peternakan.

NTB, sebagai produsen jagung terbesar ketiga di Indonesia, turut memiliki potensi dalam penyediaan bahan baku pakan yang signifikan. Sekitar 50 persen komposisi pakan unggas adalah jagung, dan pemerintah berencana mendorong riset formulasi pakan berbasis sumber protein lokal, dengan harapan dapat mengurangi ketergantungan pada impor bahan pakan.

Peletakan batu pertama pembangunan industri ayam terintegrasi di Sumbawa dilakukan pada 6 Februari 2026, sebagai bagian dari inisiatif yang digagas oleh Kementerian Pertanian dan sejumlah BUMN, untuk memperkuat ekosistem perunggasan di luar Pulau Jawa. Dengan demikian, program ini diharapkan akan berkontribusi pada ketahanan pangan dan perekonomian NTB secara keseluruhan.

Baca Juga  Banjir Sumatera Diwaspadai, Dampak Buruk bagi Ekonomi RI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *