Site icon flamingballofwreckage

Wamenkop: Kopdes Merah Putih Ciptakan Keseimbangan Pengelolaan Desa

[original_title]

Flamingballofwreckage.net – Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih diluncurkan dengan tujuan menghentikan pengelolaan sumber daya alam di desa yang selama ini dilakukan oleh pihak luar. Dalam kunjungannya ke UIN Sultan Maulana Hasanuddin di Kota Serang, Banten, Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda, terutama mahasiswa Gen Z, dalam mengelola potensi desa mereka.

Farida menyoroti kondisi di mana banyak sumber daya alam yang melimpah di desa dikelola oleh orang-orang dari kota, sementara pemuda yang seharusnya berperan aktif justru memilih merantau. “Kami berharap anak muda kembali ke desa untuk mengidentifikasi potensi lokal,” ujarnya. Ia memberikan contoh bahwa hasil pertanian seperti tomat dapat diolah menjadi produk bernilai tambah seperti saus sambal dan jus kemasan.

Lebih lanjut, Farida menyatakan bahwa koperasi modern dapat menjadi sarana bagi Gen Z untuk berkarya dan membangun masa depan yang lebih baik. “Koperasi bukan alternatif sementara, melainkan ruang strategis untuk pertumbuhan masyarakat,” tambahnya. Ia juga menekankan pentingnya kewirausahaan kolektif yang tidak hanya fokus pada keuntungan pribadi, tetapi juga pada dampak sosial yang lebih luas.

Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop, Destry Anna Sari, menegaskan inisiatif ini akan melibatkan kolaborasi dengan perguruan tinggi untuk memperkuat ekosistem koperasi desa. Dampak positif dari koperasi di berbagai negara juga dicontohkan oleh Rektor UIN, Prof. Muhammad Ishom, yang menyebutkan bahwa beberapa negara telah berhasil membangun perekonomian melalui model koperasi.

Dengan berlandaskan pada perkembangan koperasi global, UIN Sultan Maulana Hasanuddin berkomitmen untuk mendukung Kopdes Merah Putih dengan meningkatkan literasi mahasiswa terkait koperasi dan akan segera membentuk program studi khusus di bidang tersebut.

Exit mobile version