Flamingballofwreckage.net – Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, baru saja menerima penghargaan Golden Leader Tahun 2026 dari Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI). Penghargaan ini diserahkan dalam rangkaian acara peringatan Hari Ulang Tahun ke-6 JMSI di Kota Serang, Banten.
Dalam kesempatan tersebut, Dahnil tidak hanya menerima penghargaan, tetapi juga menyampaikan pesan penting kepada media Indonesia di saat peringatan Hari Pers Nasional. Ia menggarisbawahi pentingnya mengembalikan tradisi intelektualitas dalam dunia jurnalistik. Menurutnya, saat ini terdapat fenomena informasi berlimpah yang sering kali mengabaikan substansi. Ia menilai banyak konten di era digital saat ini cenderung “kosong” dan tidak memiliki nilai lebih bagi publik.
Dahnil mengungkapkan kekhawatirannya akan kualitas informasi yang beredar, di mana kuantitas tidak sebanding dengan kualitas. “Saat ini ramai konten tapi tak berkonten. Yang dibutuhkan dari jurnalis hari ini adalah konten yang sesungguhnya,” katanya. Ia menekankan bahwa jurnalistik yang berkualitas harus menjadi prioritas agar publik tidak terjebak dalam arus informasi yang dangkal.
Kritik yang disampaikannya bertujuan untuk mendorong insan pers agar tidak terpengaruh oleh hasrat untuk menjadi viral tanpa memperhatikan nilai edukasi. Menurutnya, tradisi jurnalisme yang mendalami isu-isu penting harus dipulihkan agar nalar ilmiah kembali dihargai di ruang publik.
Dengan demikian, penghargaan yang diterima oleh Dahnil bukan hanya sebagai pengakuan terhadap pencapaian, tetapi juga sebagai panggilan untuk mengugah kesadaran media dalam menyajikan konten yang bermakna bagi masyarakat.
![Wamenhaj Soroti Konten Tidak Berkualitas Jelang Golden Leader 2026 | flamingballofwreckage [original_title]](https://flamingballofwreckage.net/wp-content/uploads/2026/02/raih-golden-leader-2026-wamenhaj-sentil-fenomena-konten-tanpa-isi-uxb.jpeg)