Flamingballofwreckage.net – Penggunaan teknologi sebagai alat diplomasi di Indonesia menjadi sorotan Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri. Dalam panel diskusi FEKDI & IFSE 2026, yang berlangsung di Jakarta, Dyah menjelaskan bahwa teknologi mampu memperkenalkan produk Indonesia lebih luas kepada khalayak melalui storytelling yang efektif.
Dia menekankan pentingnya teknologi dalam mendukung pelaku usaha untuk menjangkau pasar secara daring dan memperkenalkan identitas produk mereka. Contoh yang diberikan adalah kopi Indonesia, yang sering kali lebih dikenal berdasarkan asal daerahnya seperti Jawa, Kalimantan, atau Sumatra. Hal ini dipandang sebagai peluang untuk memperkuat citra Indonesia sebagai negara penghasil produk berkualitas.
Lebih lanjut, Dyah mengungkapkan bahwa teknologi dapat membantu dalam membangun narasi yang menggambarkan keunikan dan esensi produk. Upaya ini pun dianggap vital dalam memperluas akses pasar bagi usaha kecil, yang selama ini menghadapi tantangan dalam menjangkau konsumen.
Selain itu, Dyah mengingatkan perlunya pelatihan bagi pelaku usaha untuk mengatasi kesenjangan digital yang dapat muncul akibat perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan. Pemerintah memiliki peran penting untuk memastikan bahwa inovasi tidak memperdalam jurang ketimpangan dalam masyarakat.
Statistik menunjukkan bahwa UMKM berkontribusi sekitar 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), dan hampir dua pertiga pelaku usaha di sektor ini adalah perempuan. Oleh karena itu, penguatan kapasitas pelaku usaha melalui pendidikan dan pelatihan menjadi sangat penting. Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat diharapkan dapat memaksimalkan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan daya saing produk Indonesia dan mendukung visi Indonesia Emas 2045.
![Wamendag Dukung Teknologi untuk Diplomasi Produk Indonesia | flamingballofwreckage [original_title]](https://flamingballofwreckage.net/wp-content/uploads/2026/09/1000485423.jpg)