Flamingballofwreckage.net – Provinsi Sumatera Utara (Sumut) bersama dengan Dewan Ekonomi Nasional (DEN) sedang mengembangkan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam sektor pertanian. Gubernur Bobby Nasution menegaskan pentingnya peningkatan kemampuan pengguna, termasuk petani dan penyuluh, agar teknologi AI dapat dimanfaatkan secara optimal.
Dalam sebuah rapat virtual di Medan pada Senin, Gubernur Nasution menjelaskan perlunya penguatan sistem digital, yang tidak hanya meliputi alat, tetapi juga sumber daya manusia (SDM) yang terlibat. Ia mengungkapkan, kebijakan yang tepat juga menjadi faktor penting untuk mendukung penggunaan teknologi ini.
Gubernur yakin bahwa penerapan sistem kecerdasan buatan dapat mendorong modernisasi di sektor pertanian, serta meningkatkan produksi secara signifikan. Data Badan Pusat Statistik Provinsi Sumut pada 2024 mencatat luas panen tanaman padi mencapai 419 ribu hektare dengan total produksi 2,2 juta ton per tahun. Untuk perkebunan, luas kebun kelapa sawit di Sumut sekitar 1,36 juta hektare, diikuti tanam kelapa, karet, kopi robusta, kakao, dan tembakau.
Bobby menjelaskan bahwa semakin baik kemampuan pengguna teknologi, semakin tinggi tingkat keakuratan dan kemampuan AI dalam memenuhi kebutuhan pertanian. Teknologi ini dinilai mampu memprediksi curah hujan, menentukan waktu yang tepat untuk tanam dan panen, serta menganalisis hama dan penanganannya.
Dengan berbagai potensi yang ada, pemanfaatan AI diharapkan dapat membawa sektor pertanian Sumut ke arah yang lebih modern dan produktif, sehingga berdampak positif terhadap ekonomi daerah. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintahan dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat luas.
![Sumut dan DEN Kolaborasi untuk Pemanfaatan AI di Pertanian | flamingballofwreckage [original_title]](https://flamingballofwreckage.net/wp-content/uploads/2026/02/1000764570.jpg)