Flamingballofwreckage.net – Korea Utara telah mengumumkan tiga strategi untuk menghadapi latihan militer gabungan “Iron Mace” yang dilaksanakan oleh Amerika Serikat dan Korea Selatan. Pernyataan ini disampaikan pada hari Senin, di mana Pyongyang menilai latihan tersebut sebagai simulasi perang nuklir yang secara langsung mengincar negara tersebut. Dalam konteks ini, Korea Utara bertekad untuk lebih memperkuat program pencegahan nuklirnya.
Pertama, Korea Utara berencana untuk meningkatkan kemampuan senjata nuklirnya. Kim Jong-sik, wakil direktur di Partai Pekerja yang berkuasa, mengungkapkan bahwa latihan “Iron Mace” menegaskan ambisi berkelanjutan AS untuk melemahkan posisinya melalui senjata nuklir. Menurutnya, ancaman dari AS dan sekutunya semakin meningkat, sehingga mempercepat pengembangan kekuatan nuklir adalah langkah yang wajib dilakukan.
Selanjutnya, Kim Jong-un juga terlibat aktif dalam menanggapi situasi ini. Latihan “Iron Mace”, yang berlangsung antara 29 September hingga 2 Oktober, bertujuan untuk menyatukan kekuatan nuklir AS dan kekuatan konvensional Korea Selatan. Hal ini dianggap signifikan, mengingat biasanya pernyataan terkait kebijakan nuklir dikeluarkan oleh kementerian pertahanan atau luar negeri, namun kini Kim mengambil peran yang lebih besar.
Ketiga, pengembangan rudal juga menjadi fokus utama. Yang Moo-jin, profesor emeritus di University of North Korean Studies, menyatakan bahwa Kim Jong-un kini terlibat dalam kebijakan yang mengatur pengembangan dan produksi senjata nuklir dan rudal. Ketegangan di wilayah perbatasan semakin meningkat setelah insiden ranjau pada bulan lalu, yang membuat Korea Utara mengancam untuk kembali menyiarkan propaganda ke Korea Selatan. Namun, hingga saat ini, Korea Selatan belum melihat tanda-tanda konkret dari ancaman tersebut.
![Strategi Korut Hadapi Iron Mace dari AS dan Korsel | flamingballofwreckage [original_title]](https://flamingballofwreckage.net/wp-content/uploads/2026/11/3-strategi-korut-untuk-hadapi-iron-mace-versi-as-dan-korsel-ctm.jpg)