Flamingballofwreckage.net – Bibit Siklon Tropis 97S yang terdeteksi di barat daya Teluk Carpentaria, Australia, telah menyebabkan cuaca ekstrem di Nusa Tenggara Barat (NTB), menurut laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kepala Stasiun Meteorologi BMKG NTB, Satria Topan Primadi, menjelaskan bahwa sistem ini mempengaruhi pola angin dan suplai massa udara basah di wilayah tersebut.
Dengan kecepatan angin maksimum sekitar 25 knot dan tekanan udara minimum 998 hectopascal, bibit siklon ini bergerak ke arah barat. Dampaknya terasa melalui dinamika atmosfer di NTB, yang semakin diperberat oleh gangguan atmosfer lainnya, seperti aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) dan gelombang Rossby ekuator.
BMKG juga mengungkap ada potensi pembentukan daerah tekanan rendah di perairan selatan NTB, yang dapat memperlambat kecepatan angin dan meningkatkan kelembapan udara. Satria menambahkan bahwa kondisi ini berpotensi menyebabkan hujan sedang hingga sangat lebat, yang mungkin disertai kilat atau petir dan angin kencang.
Pada 21 Januari, kecepatan maksimum angin permukaan di NTB tercatat mencapai 55 kilometer per jam, memicu peringatan terkait tinggi gelombang laut, yang diperkirakan mencapai empat hingga enam meter. BMKG menyatakan perairan Samudera Hindia di selatan NTB menjadi zona merah untuk pelayaran.
Sehubungan dengan situasi ini, BMKG mengimbau masyarakat dan pihak terkait untuk selalu memantau perkembangan cuaca serta potensi risiko bencana melalui saluran resmi mereka.
![Siklon Tropis 97S Mengakibatkan Cuaca Ekstrem di NTB | flamingballofwreckage [original_title]](https://flamingballofwreckage.net/wp-content/uploads/2026/01/1769056717_818256fb0f59959bd498.jpg)