Site icon flamingballofwreckage

Rupiah Menguat, Ditutup Hari Ini di Rp18.022 per Dolar AS

[original_title]

Flamingballofwreckage.net – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami penguatan tipis pada akhir perdagangan Jumat, 31 Juli 2026. Kurs rupiah tercatat naik 89 poin atau sekitar 0,59% menjadi Rp18.022 per dolar AS. Hal ini ditandai dengan kondisi pasar yang mengalami perbaikan, di mana data JISDOR BI menunjukkan kurs pada hari ini berada di level Rp18.058 per USD, lebih baik dibandingkan sesi sebelumnya yang terdaftar di Rp18.078.

Analis pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menyampaikan bahwa penguatan rupiah ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah perkembangan di pasar internasional. Ia menjelaskan penurunan harga minyak mentah akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, yang diimbangi oleh tanda-tanda peningkatan arus lalu lintas di Selat Hormuz. Selat ini menjadi jalur vital karena sekitar seperlima pengiriman global minyak dan gas alam cair melewati wilayah tersebut.

Ketegangan tersebut dipicu oleh konflik kawasan, terutama setelah dimulainya perang antara AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari. Ibrahim menyoroti pentingnya situasi di Selat Hormuz, yang selama ini menjadi perhatian banyak pihak karena dampaknya terhadap supply energi global.

Di sisi lain, Arab Saudi berusaha memperkuat kolaborasi pertahanan di sejumlah daerah strategis, termasuk Selat Bab El-Mandeb, Laut Merah, dan Teluk Aden. Kementerian Pertahanan Saudi mengumumkan bahwa 14 negara, termasuk Djibouti, Mesir, Pakistan, Sudan, dan Turki, telah menyatakan dukungan mereka untuk membentuk koalisi pertahanan maritim multinasional guna menjaga jalur pasokan energi yang krusial.

Situasi ini diwarnai dengan adanya ancaman dari kelompok militan Houthi di Yaman yang mengumumkan blokade laut terhadap Arab Saudi, yang dapat memengaruhi jalur ekspor minyak melalui Laut Merah.

Exit mobile version