Flamingballofwreckage.net – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya memperioritaskan kebutuhan dalam negeri atas ekspor batu bara dan minyak sawit. Dalam arahan yang disampaikan kepada para menteri pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, pada hari Jumat, Presiden mengungkapkan bahwa seluruh produksi batu bara harus digunakan untuk kepentingan rakyat Indonesia terlebih dahulu.
Prabowo menekankan bahwa kekayaan alam negara harus dimanfaatkan maksimal untuk kesejahteraan masyarakat. “Semua komoditas, termasuk kelapa sawit, harus diutamakan untuk kebutuhan nasional,” ucapnya. Ia meminta agar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, untuk memastikan agar pengusaha batu bara tidak melakukan ekspor sebelum kebutuhan domestik terpenuhi.
Menteri ESDM Bahlil menjelaskan bahwa pemerintah menerapkan kebijakan pengendalian ekspor dan Domestic Market Obligation (DMO) untuk menjamin ketersediaan batu bara bagi konsumsi dalam negeri. “Perusahaan yang telah mendapatkan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) diwajibkan untuk memenuhi kebutuhan domestik. Jika tidak, izin ekspor tidak akan dikeluarkan,” tegasnya.
Dalam upaya ini, pemerintah juga menyiapkan kebijakan yang memastikan bahwa seluruh produk batu bara dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan domestik sebelum melakukan ekspor. Kebijakan ini merupakan bagian dari strategi untuk memperkuat ketahanan energi nasional.
Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap dapat menjaga kesinambungan pasokan energi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, selaras dengan tujuan diperlukan penyelarasan antara potensi sumber daya alam dan kepentingan rakyat.
![Prabowo Minta Batu Bara dan CPO Fokus untuk Pasokan Dalam Negeri | flamingballofwreckage [original_title]](https://flamingballofwreckage.net/wp-content/uploads/2026/03/IMG_2960.jpeg)