Flamingballofwreckage.net – Penelitian terbaru di Institut Pertanian Bogor (IPB) menunjukkan potensi besar tanaman hias sebagai komoditas biofarmaka yang bermanfaat bagi industri kesehatan dan kosmetik. Prof. Syarifah Lis Aisyah, Guru Besar Fakultas Pertanian IPB, menjelaskan bahwa tanaman hias kini tidak hanya berfungsi sebagai hiasan, tapi juga memiliki kandungan yang kaya manfaat.
Fenomena stres dalam kehidupan sehari-hari yang kian meningkat mendorong pencarian keseimbangan hidup. Dalam konteks ini, tanaman hias dapat membantu memenuhi kebutuhan emosional masyarakat. Prof. Lis menegaskan bahwa Indonesia berada di posisi keempat sebagai negara pengeskpor tanaman hias di dunia pada tahun 2024, dengan potensi pasar global yang masih sangat terbuka. Data menunjukkan terdapat lebih dari 2.300 perusahaan di tingkat global yang mencari pasokan tanaman hias, sementara hanya 900 pemasok yang ada.
Salah satu contoh tanaman yang memiliki manfaat besar adalah Krokot, yang dikenal sebagai bahan dasar bedak kosmetik akibat kandungan antioksidannya. Selain itu, bunga Marigold memiliki potensi luar biasa di Bali, dengan kebutuhan mencapai 8 ton per hari dan nilai ekonomi mencapai Rp200 miliar per tahun. Saat ini, pasokan benih bunga Marigold sebagian besar masih bergantung pada impor dari Thailand.
Prof. Lis juga menjelaskan tentang penggunaan metode mutasi induksi untuk meningkatkan keragaman genetik tanaman hias. Metode ini dinilai lebih efisien dan tidak tergantung pada pasangan induk, sehingga bisa beradaptasi dengan lebih baik terhadap kebutuhan pasar. Riset menunjukkan bahwa mutasi induksi berhasil meningkatkan kualitas produk seperti jeruk Kinnow dan tanaman herbal jahe.
Dengan potensi ini, pengembangan tanaman biofarmaka hasil mutasi diharapkan dapat mendukung industri kesehatan dan kosmetik di masa depan.
![Pakar IPB: Mutasi Tanaman Hias Berpotensi untuk Kesehatan dan Kosmetik | flamingballofwreckage [original_title]](https://flamingballofwreckage.net/wp-content/uploads/2026/02/1770909603_6c875cb203fa0bbd0c6d.jpeg)