Flamingballofwreckage.net – Dalam menyambut Tahun Baru 1448 Hijriah, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), M. Cholil Nafis, menegaskan bahwa persatuan adalah fondasi utama yang harus dijaga untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan di Indonesia. Dalam pernyataannya, Cholil mengingatkan umat Islam untuk meneladani Nabi Muhammad SAW dalam membangun peradaban di Madinah, di mana yang terpenting adalah mengikat seluruh elemen masyarakat dalam persatuan.
M. Cholil menegaskan bahwa Nabi Muhammad SAW, saat mendirikan negara di Madinah, menunjukkan pentingnya persatuan melalui Piagam Madinah. “Pasal pertama menyerukan persatuan. Tidak mungkin membangun kesejahteraan dan kemajuan tanpa persatuan,” ucapnya dalam keterangan resmi.
Mengemukakan bahwa perbedaan suku, ras, dan agama merupakan fitrah kemanusiaan, ia menjelaskan bahwa komitmen untuk mencintai Tanah Air harus menyatukan masyarakat. “Perbedaan adalah hal alami, namun kita harus memiliki satu tujuan, yaitu membela tanah air,” tegasnya. Cholil juga menambahkan bahwa nasionalisme harus menjadi acuan untuk menciptakan persatuan.
Dalam upaya mewujudkan persatuan yang kokoh, Cholil menyampaikan tiga tahapan penting: tafahum (saling memahami), ta’wun (saling menolong), dan takaful (saling melindungi). Ia juga mengajak umat Islam untuk menginternalisasi semangat hijrah dalam konteks sosial-ekonomi, menggalakkan kemandirian finansial agar umat tidak membebani satu sama lain dan bisa saling menyejahterakan.
Di akhir pernyataannya, Kiai Cholil berharap momentum Tahun Baru Islam ini membawa keberkahan bagi bangsa Indonesia serta memperkuat ikatan antarwarga negara.
![MUI Serukan Persatuan Sebagai Kekuatan di Tahun Baru Islam | flamingballofwreckage [original_title]](https://flamingballofwreckage.net/wp-content/uploads/2026/06/1781595450_ae1c5c7d1835a54cb0d1.jpg)