Flamingballofwreckage.net – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia mendorong pemahaman terhadap prosedur dan persyaratan karantina bagi pelaku UMKM. Menurut Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, pemahaman ini sangat penting untuk meningkatkan daya saing produk serta mengurangi hambatan dalam perdagangan, terutama dalam konteks ekspor. Hal ini diungkapkan Maman pada acara Indonesia Quarantine Expo 2026 yang berlangsung di Jakarta.
Kehadiran Badan Karantina Indonesia (Barantin) dinilai krusial tidak hanya untuk melindungi sumber daya hayati, tetapi juga untuk membantu UMKM dengan memberikan informasi mengenai ketentuan perdagangan dan karantina. Maman juga berharap agar Barantin dapat berkolaborasi dengan Kementerian UMKM dalam memberikan pendampingan, termasuk meningkatkan literasi hukum dan manajemen bagi pelaku usaha.
Indonesia memiliki berbagai produk unggulan dari sektor pertanian, perikanan, dan industri pengolahan yang berpotensi besar untuk dijual baik di pasar domestik maupun internasional. Namun, pelaku UMKM perlu mempersiapkan produknya agar dapat memenuhi persyaratan negara tujuan ekspor.
Selain itu, pemerintah juga mengedepankan pentingnya layanan digital untuk mempermudah akses informasi bagi UMKM. Melalui sistem SAPA UMKM, kementerian berupaya menciptakan platform terpadu untuk mendukung kebutuhan pelaku usaha. Integrasi SAPA UMKM dengan Barantin Electronic System for Transaction and Utility Service Technology (BEST TRUST) diharapkan dapat mempermudah informasi mengenai prosedur karantina.
Maman menegaskan perlunya kolaborasi antarlembaga guna memperluas akses pasar dan mendukung pengembangan kapasitas usaha UMKM, dengan usaha menengah berperan sebagai penghubung antara produk UMKM dan jaringan distribusi yang lebih luas.
![Menteri Maman: Pahami Prosedur Karantina untuk Tingkatkan UMKM | flamingballofwreckage [original_title]](https://flamingballofwreckage.net/wp-content/uploads/2026/10/WhatsApp-Image-2026-10-23-at-14.26.28_edit_558694233690787.jpg)