Flamingballofwreckage.net – Kekhawatiran mulai muncul di Jepang dan Korea Selatan atas kemampuan Amerika Serikat (AS) dalam melindungi sekutu-sekutunya dari ancaman China dan Korea Utara. Laporan terbaru mengungkapkan bahwa kekurangan amunisi yang parah akibat konflik di Iran telah melemahkan jaminan keamanan AS di kawasan Asia. Hal ini disampaikan oleh pejabat senior kepada sebuah media terkemuka pada hari Sabtu.
Sejak dimulainya operasi militer AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari, persediaan rudal berpemandu presisi dan sistem pertahanan telah terkuras, yang berdampak pada pengiriman alat pertahanan ke negara-negara di Asia. “Ratusan” rudal pencegat telah ditarik dari Korea Selatan dan wilayah lainnya untuk mendukung pangkalan militer AS di Timur Tengah. Tindakan ini berpotensi menimbulkan masalah bagi keamanan regional, terutama di tengah meningkatnya ketegangan dengan China dan Korea Utara.
Para pejabat AS mengungkapkan keprihatinan bahwa langkah-langkah ini dapat menimbulkan keraguan di antara sekutu-sekutu AS mengenai kemampuan negara tersebut dalam membangun pertahanan di kawasan yang berisiko tinggi. Pengalihan aset militer, seperti kapal dan pesawat, dari Asia ke Timur Tengah disebut-sebut dapat menciptakan dampak berantai terhadap kesiapan peralatan dan moral angkatan bersenjata di Asia.
Penting untuk dicatat bahwa penggunaan rudal, termasuk rudal Tomahawk, yang seharusnya diperuntukkan untuk menghadapi potensi konflik dengan China mengenai Taiwan, telah dialihkan. Situasi ini semakin memperumit panorama pertahanan Asia, yang mungkin akan menghadapi tantangan lebih besar dalam waktu dekat. Keduanya, Jepang dan Korea Selatan, kini mempertanyakan sejauh mana AS dapat melindungi mereka dalam konteks dinamis yang terus bergerak.
![Korsel dan Jepang Risau AS Tak Mampu Lindungi dari China | flamingballofwreckage [original_title]](https://flamingballofwreckage.net/wp-content/uploads/2026/08/korsel-dan-jepang-mulai-khawatir-as-tak-bisa-melindungi-dari-ancaman-china-aaj.jpg)