Flamingballofwreckage.net – Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur tidak mempengaruhi proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Jarak kebakaran di Bukit Soeharto dinilai cukup jauh dari lokasi proyek.
Dalam pernyataan yang disampaikan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Basuki menjelaskan bahwa pemadaman kebakaran telah dilakukan dengan metode darat dan belum memerlukan operasi modifikasi cuaca. “Tindakan pemadaman secara darat sudah cukup efektif,” ujar Basuki, yang juga mengungkapkan bahwa area yang terbakar mencapai sekitar 1.600 hektare, dengan 900 hektare di Bukit Soeharto dan sisanya di lahan perkebunan kelapa sawit.
Basuki menegaskan bahwa semua titik kebakaran telah berhasil dipadamkan. Meski demikian, kualitas udara di kawasan IKN sempat terpengaruh, dengan indeks kualitas udara yang tercatat antara 100 hingga 130 pada pagi hari, dan kemudian menurun di bawah angka tersebut.
Ia juga merespons laporan mengenai dugaan pembakaran lahan oleh korporasi di berbagai lokasi di Indonesia. Basuki memastikan bahwa insiden tersebut tidak berlangsung di Kalimantan Timur, menegaskan fokus pada penanganan kebakaran yang sudah terkendali.
Dengan langkah-langkah yang diambil, Basuki yakin proyek pembangunan IKN akan tetap berjalan sesuai rencana tanpa terhambat oleh situasi kebakaran yang terjadi. OIKN berkomitmen untuk memastikan keamangan dan kelancaran pelaksanaan proyek IKN, terutama dalam konteks lingkungan dan kualitas udara di area tersebut.
![Kepala OIKN Pastikan Karhutla Tidak Mengganggu Proyek IKN | flamingballofwreckage [original_title]](https://flamingballofwreckage.net/wp-content/uploads/2026/10/IMG_4311.jpeg)