Flamingballofwreckage.net – Badan Gizi Nasional (BGN) mengumumkan bahwa anggaran untuk tahun 2026 mencapai Rp 268 triliun, dengan dana cadangan sekitar Rp 67 triliun. Menurut Kepala BGN, Dadan Hindayana, sebanyak 93 persen dari total anggaran tersebut akan digunakan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Informasi ini disampaikan dalam konferensi pers yang diadakan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cibuluh 1, Kota Bogor, pada Sabtu, 28 Februari.
Dadan menjelaskan bahwa hampir Rp 240 triliun di antaranya akan dialokasikan untuk intervensi pemenuhan gizi, dan dana tersebut akan langsung ditransfer ke rekening virtual SPPG di seluruh Indonesia. Setiap SPPG diperkirakan menerima sekitar Rp 1 miliar setiap bulan, dengan pengecualian untuk Papua dan wilayah Indonesia Timur, yang mungkin mendapatkan alokasi lebih tinggi.
Di Kota Bogor, terdapat sekitar 150 SPPG, yang berarti alokasi dana dari BGN mencapai Rp 150 miliar per bulan. Dari jumlah tersebut, 70 persen digunakan untuk pembelian bahan makanan seperti beras, sayur, dan daging, sementara 20 persen untuk operasional dan insentif karyawan. Dadan juga menambahkan bahwa 10 persen dari dana dialokasikan untuk insentif mitra SPPG.
Program MBG, yang telah berjalan selama satu tahun dua bulan, menargetkan penerima manfaat sebanyak 82,9 juta orang, termasuk ibu hamil dan anak-anak sekolah. Meskipun terdapat tantangan dalam pendataan, BGN berkomitmen untuk memenuhi hak dasar gizi bagi seluruh anak Indonesia dari hamil hingga 18 tahun. Dadan menegaskan bahwa partisipasi dalam program ini tidak bersifat wajib, menghormati pilihan masyarakat dan sekolah.
![Kepala BGN Sebut 93 Persen Anggaran Ditransfer ke SPPG | flamingballofwreckage [original_title]](https://flamingballofwreckage.net/wp-content/uploads/2026/02/1772297272_bddf59375c2ea6c7cc06.jpg)